Sering Buat Onar Hingga Ancam Kadus, Sepak Terjang Anizar Kandas di Tangan Macan Komering

  • Whatsapp

OGAN KOMERING ILIR, BERANDA INFORMASI – Sepak terjang Anizar (44) yang berdomisili di Desa Somor Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang sering berbuat onar di desanya sambil membawa senjata tajam (sajam) dan mengancam keselamatan warga setempat, akhirnya kandas di tangan Tim Macan Komering Polsek Cengal, Jumat (29/5/2020) dini hari.

Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy melalui Kasubbag Humas AKP Iryansyah didampingi Kapolsek Cengal IPTU Dedy Suandy menjelaskan, pelaku yang tinggal sendirian ini, ditangkap pukul 02.00 Wib dini hari di rumahnya tanpa perlawanan, berikut barang bukti senpira dan senjata tajam jenis parang.

“Dari pengakuannya, senjata api rakitan serta 3 butir amunisi disimpan di tempat tidur. Sementara parang atau golok yang digunakan dalam perkara pengancaman, diletakkan di depan rumah tetangganya. Selanjutnya tersangka berikut barang bukti dibawa ke Polsek Cengal,” jelas dia.

Perlu diketahui, Selasa (17/12/2019) silam sekira pukul 10.00 Wib, pelaku Anizar mengancam korban Iran yang merupakan Kepala Dusun (Kadus) Somor dan perangkat desa lainnya, termasuk M. Subhan selaku Sekdes Somor. Jelas dia lagi, aksi tersebut terjadi di dalam rumah Kepala Desa Somor Cengal OKI, ketika ada pembagian bantuan usaha ekonomi produktif dari provinsi untuk masyarakat desa setempat.

“Hal ini terjadi, karena pelaku merasa tidak puas sehingga masuk ke rumah kepala desa yang saat itu tidak ada di rumah. Dan disana sedang berlangsung pembagian bantuan usaha ekonomi produktif oleh perangkat desa untuk masyarakat,” ungkap dia.

Pelaku masuk rumah kades sambil berteriak membawa parang terhunus, dengan mengacak-acak dan merobek berkas. Lalu meminta daftar warga yang dapat bantuan.

Lanjut dia, karena tidak diberikan, maka pelaku hendak menyerang kepala dusun dan perangkat desa lain, hingga korban Iran serta korban lain maupun masyarakat menyingkir dan ada yang lari.

“Lalu pelaku mengambil berkas, sehingga pembagian bantuan tidak bisa dilaksanakan hari itu. Atas perbuatan pelaku, maka korban berikut perangkat Desa Somor merasa takut dan terancam serta dirugikan, kemudian menuntut sesuai hukum berlaku,” tandas dia.

“Karena pelaku ini memang sering mengganggu kegiatan desa dan selalu melakukan keonaran, dengan membawa senjata api di tas atau diselipkan di pinggangnya,” pungkas dia lagi. (Umar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *