Petugas Gabungan Amankan Barang Terlarang Warga Binaan Lapas Kayuagung

  • Whatsapp

OKI, BERANDA INFORMASI – Guna mewujudkan Lapas yang bersih serta bebas dari narkoba, telepon seluler, dan barang terlarang lainnya. Petugas gabungan menggelar razia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Razia yang digelar pada Selasa (6/4) mulai pukul 20.00 WIB ini, dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas II B Kayuagung Reiza Meidiansyah Purnama dengan melibatkan personel TNI Kodim 0402 OKI, Polres OKI, BNN OKI dan seluruh pegawai Lapas tersebut.

“Jumlah personel yang terlibat dalam kegiatan razia malam ini sebanyak 120 personel gabungan. Razia yang digelar dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57 Tahun 2021 ini juga sebagai wujud sinergitas jajaran Kementerian Hukum dan HAM, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan Polri,” kata Kepala Divisi Permasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Selatan, Dadi Mulyadi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, razia ini digelar sebagai upaya penanganan serta pencegahan penggunaan narkoba, telepon seluler, dan barang-barang lainnya oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP/narapidana) di dalam Lapas.

Menurut dia, penyalahgunaan barang-barang terlarang tersebut dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. ”Oleh karena itu, kami menggelar razia untuk mewujudkan Lapas yang bersih serta bebas dari narkoba, telepon seluler, dan barang terlarang lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II B Kayuagung, Reiza Meidiansyah Purnama mengatakan, dalam razia tersebut, petugas gabungan memeriksa setiap blok atau kamar hunian WBP guna mengecek kemungkinan adanya barang-barang terlarang maupun tidak seharusnya berada di tempat itu.

Selama lebih kurang dua jam melakukan razia, kata dia, petugas gabungan berhasil menyita dua buah handphone seluler, sajam yang terbuat dari sendok, dan beberapa barang terlarang lainnya. Namun, pihaknya tidak menemukan narkoba di dalam blok atau kamar hunian WBP.

“Razia ini merupakan wujud keseriusan dan integritas serta bukti komitmen kami dalam melaksanakan program ‘zero halinar (handphone, pungutan liar, dan narkoba)’ di Lapas Kayuagung,” katanya seraya berkata, saat ini penghuni Lapas Kayuagung sudah mencapai lebih kurang 1.014 napi dengan kapasitas sebanyak 320 orang. [Umar]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *