Dalam Sebulan, Satreskrim Polres OKI Panen Tangkapan

  • Whatsapp

OKI, BERANDA INFORMASI – Satreskrim Polres OKI panen tangkapan dalam sebulan terakhir, dimana berhasil membekuk 10 orang pelaku dengan berbagai kasus kejahatan menonjol. Semua pelaku ini akan menerima hukuman setimpal berdasarkan dari tindak kejahatannya masing-masing.

Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy, Senin (7/6) mengungkapkan, ini kerja dari Tim Macan Komering Satreskrim Polres OKI. Pertama, ada 4 pelaku pencuri besi milik PT Waskita Karya dengan barang bukti disita 18 buah besi panjang 1 meter 5 besi, 1 buah gerinda serta 2 unit motor milik pelaku.

Selanjutnya ia juga merilis kasus pembunuhan berencana dengan 2 orang pelaku di Desa Kayulabu pada 25 Mei. terjadi karena perselisihan paham sehingga muncul niat pelaku, kakak beradik Amirudin dan Alwani, menganiaya korbannya hingga meninggal dunia.

Ditambahkan dia, kemudian ada juga kasus penganiayaan yang menyebabkan korban Otong, warga Desa Sirah Pulau Padang yang meninggal dunia setelah dianiaya pelaku Tamrin yang merupakan sepupunya sendiri karena kasus warisan.

“Pelaku kami tangkap di kawasan Makasar Jakarta Timur. Pelaku diancam 15 tahun penjara,” imbuh Kapolres.

Lalu kasus pencabulan, pelakunya Andre, warga Desa Ulak Kedondong Kecamatan Cengal terhadap korban berinisial LBR, warga Desa Beti Kecamatan Cengal. Pelaku akan dikenakan dengan ancaman hukuman 15 tahun ditambah sepertiga menjadi 20 tahun penjara.

“Menurut pengakuan pelaku ia memperkosa anak tirinya itu sebanyak tiga kali. Itu yang diakuinya, tapi kami tidak tahu untuk lainnya,” beber Kapolres.

Terakhir, Tim Macan Komering Satreskrim Polres OKI berhasil menangkap 2 pelaku yakni Sukri (48) dan Indang (42), warga Lebung Batang Kecamatan Pampangan yang beraksi di Jalan Raya dekat Pasar Desa Pampangan pukul 07.30 WIB.

“Dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasan ini, sebenarnya pelaku terdiri dari 3 orang. Dimana mengetahui rutinitas korban yang selalu rutin menyetor uang ke bank. Untuk Pelaku S (55), masih DPO,” jelas Kapolres.

Pelaku datang dengan mengendarai mobil setelah memepet motor korban Rusdi (62), warga Desa Pampangan. Lanjut dia, lalu mereka mengoleskan balsem ke seluruh muka korban hingga korban tidak bisa melihat.

“Beruntung aksi pelaku diketahui warga, korban langsung ditolong serta warga sendiri meneriaki pelaku. Sebenarnya pelaku Sukri berteman dengan korban, dan tahu rutinitas korban yang setiap pekan menyetor uang dari hasil usaha kelontongannya,” ungkap Kapolres.

Karena kejadian ini pelaku disangkakan Pasal 365 KUHP Junto 53 KUHP, ancaman hukuman 9 tahun penjara. Lanjut Kapolres, barang yang diamankan antara lain tas milik korban, sepeda motor dan mobil profit milik pelaku.

“Mungkin saja pelaku melakukan aksinya untuk melunasi mobil barunya,” tandas Kapolres.

Kasatreskim Polres OKI AKP Sapta Eka Yanto MSi menambahkan, untuk modus mengolesi balsem terhadap korbannya ini sudah lama terjadi di tempat lain. Karena ketika balsem diolesi pada bagian muka, maka korban tidak bisa melihat.

“Pelaku memang ingin mencuri, tapi tidak ingin melukai korbannya. Sementara 1 pelaku lainnya berinisial S sudah diketahui keberadaannya, tinggal anggota di lapangan bergerak menangkap,” tegas Kasat.

Kami akan memperbanyak patroli dengan anggota berpakaian preman, kata Kasat lagi, namun warga juga diminta selalu waspada, jangan berjalan sendiri saat malam hari, baik mengendarai sepeda motor ataupun mobil.

“Pelaku Sukri mengaku sudah berteman lama dengan korban. Pelaku sendiri belum ada rencana uang yang didapatkannya untuk dibelikan apa saja, karena baru akan beraksi sudah tertangkap,” ujar Kasat. [Umar]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *