Titik Hotspot Terbanyak di OKI dan OI, Ini Imbauan Kapolda Sumsel

  • Whatsapp

OKI, BERANDA INFORMASI – Kapolda Sumsel Irjen Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri, S MM pimpin apel siaga gerakan pencegahan dan pengendalian kebakaran lahan perkebunan yang digelar di lapangan sepakbola Kebun Sumber Sawit, Gunungtua Abadi (GTA), PT Sampoerna Agro Tbk, Rabu (9/6).

Di lokasi berada di Desa Balian Kecamatan Mesuji Raya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini, Irjen Pol. Eko menyebut bahwa kegiatan itu dapat meningkatkan giat patroli bersama di lokasi yang rawan akan kebakaran hutan, kebun dan lahan (karhutbunla).

“Perlu dilakukan patroli di titik-titik hotspot yang telah terdeteksi. Saya juga mengajak semua pihak terkait untuk melaksanakan tugas dengan rasa tanggung jawab dan ikhlas, demi mengantisipasi karhutbunla secara maksimal,” tegas Irjen Pol. Eko.

Selain itu, Irjen Pol. Eko juga mengimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, dalam pelaksanaan tugas. Serta selalu jaga kesehatan dan keselamatan dalam pelaksanaan tugas. “Terpenting harus kita lakukan, yakni memberikan edukasi secara terus-menerus kepada masyarakat dan pihak perusahaan. Terutama dalam mencegah dan menanggulangi karhutbunla,” tutur dia.

Sementara itu, Komandan Korem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, S. Sos menjelaskan untuk tahun 2020 lalu ada sekitar 440 hotspot yang terpantau, dan untuk tahun ini sudah terjadi 120 titik hotspot di seluruh Sumsel.

“Dengan begitu kita sudah menyiapkan total 4 pesawat water booming yang selalu standby selama 24 jam. Sementara ini titik hotspot terbanyak berada di Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir,” jelas perwira TNI tersebut.

Brigjen Jauhari juga turut mengimbau kepada seluruh jajaran yang terlibat dalam pencegahan dan pengendalian karhutbunla untuk melakukan pelatihan dan sosialisasi intensif agar tidak terjadi karhutbunla di Provinsi Sumsel.

“Saya mengajak TNI, Polri, perusahaan, dan masyarakat peduli api untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan sejak dini. Serta menjaga lingkungan, karena dengan begitu alam juga akan menjaga kita semua,” ucap Brigjen Jauhari.

Koordinator General Manager (KGM) CPO PT Sampoerna Agro Tbk, Eldy Nuzan juga mengungkapkan bahwa ada 15 perusahaan yang mengikuti apel persiapan personel dan sarana prasarana (sarpras), dimana bermaksud ingin terus menguatkan komitmen dan kerjasama para pihak termasuk elemen masyarakat luas.

“Dengan begitu, pembangunan di sektor usaha yang juga berada di dalamnya agar dapat terus eksis dan berkontribusi, maka sejatinya para pihak semua harus terus meningkatkan kepedulian, kewaspadaan dan kesiap-siagaan,” ujar Eldi.

Kami [perusahaan], kata dia, telah sangat berkomitmen dalam hal pencegahan dan pengendalian kebakaran lahan dan kebun. Dimana dalam menjalankan operasional bisnis kami telah menjalankan teknis-teknis yang ramah terhadap lingkungan hidup. Seperti zero burning, menjaga areal high conservation value (HCV) atau konservasi nilai tinggi (KNT), dan lainnya sebagainya.

“Dan kami sangat memperhatikan dan patuh terhadap aturan hukum yang berlaku, baik daerah, nasional dan internasional. Kebakaran hutan bagi perusahaan kelapa sawit bukan hanya berdampak terhadap lingkungan hidup, tetapi akan berdampak terhadap kerugian secara ekonomi dalam memasarkan hasil produksi kelapa sawit,” jelas Eldi.

Ancaman kebakaran lahan hampir setiap tahun, khususnya pada masa bulan kemarau menjadi momok bagi semua. Masih kata Eldi, tentu kita semua selama ini telah dan akan senantiasa terus berusaha membenahi secara internal dan memenuhi kriteria kesiap-siagaan, khususnya merujuk pada Permentan Nomor 5 Tahun 2018.

“Sejalan dengan regulasi tersebut, sebagai turunan aktivitas lainnya yakni dalam hal partisipasi perusahaan perkebunan bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI, turut membidani kelahiran Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) yang merupakan regu relawan di tingkat desa, dengan tujuan meningkatkan keterlibatan masyarakat luas dalam pencegahan resiko karhutbunlah.

Pada tahun 2018 di Desa Gading Raja, KTPA dideklarasikan sebagai mitra TNI dan Polri. Lanjut Eldi, yang dalam aktivitas senantiasa akan terus dibina dan didampingi, termasuk juga memperoleh dukungan dari pemerintahan desa dengan memformalkan strukturnya tertuang dalam SK, yang kemudian SK ini diakomodir pada tingkat kabupaten.

“Perjalanan KTPA dimulai sejak tahun 2016, dan dalam waktu 5 tahun tersebut terus dilakukan evaluasi berdasarkan masukan banyak pihak agar peran-perannya di tahun mendatang semakin optimal dan semakin terasa manfaatnya,” terang Eldi.

Dalam rentang waktu 5 tahun tersebut, tiga hal utama yang telah kami lakukan. Jelas Eldi, pertama, meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan tentang pencegahan dan pengendalian karhutbunla di 19 desa KTPA yang didampingi Sampoerna Agro.

“Seperti pelatihan menumbuhkan kerelawanan, mitigasi bencana, dasar dasar karhutbunla, pemetaan partisipatif titik rawan api dan sumber air, pengenalan mesin dan pengoperasiannya, sosialisasi aturan hukum terkait karhutbunla, simulasi pemadaman karhutbunla, dan pelatihan-pelatihan lainnya,” ungkap Eldi.

Kedua, pemberian perlengkapan sarana dan prasarana pemadaman api. Dan ketiga, beberapa desa KTPA juga diberikan dukungan untuk pengembangan ekonomi alternatif, sebagai dukungan kepada KTPA supaya bisa berjalan secara mandiri.

“Kami ucapkan terimakasih tulus atas terus dibinanya kebersamaan dan kekompakan segenap kolega rekan para perusahaan di Kabupaten OKI yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, mari kita terus tingkatkan kerjasama,” pungkas Eldi. [Umar]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *