Kasus Mantu Racuni Mertua Digelar di PN Kayuagung

  • Whatsapp
Suasana persidangan Dewi Asmara yang diketuai oleh majelis hakim I Made Gede Mariana SH di PN Kayuagung, Rabu (7/7) kemarin.

OKI, BERANDA INFORMASI – Kasus Dewi Asmara yang meracuni mertuanya sendiri Noni hingga meninggal dunia, digelar dalam persidangan yang dilaksanakan Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir pada Rabu (7/7).

Dalam sidang yang diketuai oleh majelis hakim I Made Gede Mariana SH serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sosor Panggabean SH menghadirkan lima (5) orang saksi, diantaranya Hirdian Firdawati, Aidul Fitri alias Otong, Lara Amelia, Ida Royani, dan Kadami.

Pantauan di lokasi, pada persidangan itu terdengar salah satu pertanyaan majelis hakim kepada suami terdakwa, Aidil Fitri, apakah pernikahan mereka mendapat restu dari korban, dan dia mengiyakan.

“Iya, ibu saya setuju kalau saya menikah dengan pelaku pada waktu itu,” jawab Aidil dalam sidang tersebut.

Tak berselang lama, usai bertanya kepada terdakwa hakim bertanya lagi kepada Aidil. “Dari keterangan terdakwa tadi, ibu anda justru tidak setuju kalau pelaku menikah dengan kamu,” ucapnya.

Sementara itu, ditemui usai sidang, penasihat hukum terdakwa Candra Eka Septiawan SH MH CLA menerangkan, dalam persidangan tadi Aidil menjelaskan terdakwa tidak pernah ribut dengan korban.

“Tadi juga katanya, selama dua tahun pernikahan mereka adem ayem saja. Namun, terdakwa mengungkapkan bahwa ibu korban tidak setuju dengan pernikahannya. Dan saat ini, kalau ditanya mengenai tuntutan mati yang diterima terdakwa, kita belum bisa berkomentar,” tuturnya.

Sedangkan, JPU Kejari Kayuagung Sosor Panggabean SH menerangkan, menurut pengakuan Aidil Fitri di persidangan pada awalnya pernikahan mereka memang disetujui oleh korban, tetapi terdakwa berkata justru tidak disetujui.

“Intinya dari keterangan saksi-saksi yang lain, terdakwa ini pintar dalam berbicara. Dan disini, kita itu juga mencari kebenaran rencananya tersebut, apakah memang ditujukan kepada korban atau kepada suaminya, karena menurut pengakuan terdakwa ini, kepada suaminya,” terang Sosor.

Lebih lanjut terkait racun yang digunakan, para saksi tidak tahu-menahu datangnya darimana, karena hanya terdakwa yang bisa menjelaskan. Sementara katanya, keterangan terdakwa belum diperiksa, dan akan diminta pada sidang minggu depan. [Umar]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *