Terkait Dugaan Suap Fee 16 Paket Proyek, Mantan Bupati Muara Enim Juarsah Jalani Sidang Perdana

  • Whatsapp

PALEMBANG, BERANDA INFORMASI – Terdakwa Juarsah yang merupakan mantan Bupati Muara Enim nonaktif yang terlibat dugaan suap fee 16 paket proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), jalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Palembang Klas 1A Khusus, dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum [JPU], Kamis (8/7).

Dihadapan majelis hakim Sahlan Efendi SH MH melalui sambungan teleconference, JPU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agung Satrio SH dan Muhammad Asri SH menjelaskan bahwa terdakwa diduga turut serta melakukan tindak pidana korupsi pengerjaan 16 paket proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Muara Enim tahun anggaran 2019. Juga diduga turut serta menerima Rp 4 miliar dari para pengusaha yang mendapatkan proyek di daerahnya.

Usai mendengarkan dakwaan dari JPU, majelis hakim menunda persidangan pekan depan dengan agenda mengajukan keberatan (eksepsi).

Terpisah, tim kuasa hukum terdakwa yang diwakili oleh Daut SH saat diwawancarai menjelaskan, dalam persidangan pekan depan kami akan mengajukan eksepsi atas dakwaan JPU.

Daut juga menambakan, pihaknya memohan kepada majelis hakim agar nanti di persidangan terdakwa bisa dihadirkan secara langsung, serta status penahanan terdakwa bisa dipindahkan dari tahan Rutan KPK ke Rutan Pakjo Palembang.

Sekedar mengingatkan, saat ini JPU KPK sudah menetapkan kelima terpidana yakni eks Bupati Muara Enim Ahmad Yani, Elfin MZ Muchtar selaku Kepala Bidang Pembangunan dan PPK Dinas PUPR Muara Enim, Robby Okta Fahlevi yang merupakan pihak kontraktor, Aries HB [mantan Ketua DPRD Muara Enim] dan mantan Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi. (Umar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *