Tanggulangi Paham Radikalisme dan Terorisme, Polrestabes Palembang Gelar FGD

  • Whatsapp

PALEMBANG, BERANDA INFORMASI – Kepolisian Resor Kota Besar [Polrestabes] Palembang menggelar focus group discusion (FGD) dengan mengangkat tema ‘pencegahan dan penanggulangan paham radikalisme dan terorisme di wilayah Kota Palembang’, Kamis (7/10), bertempat di aula Cendrawasih Polrestabes Palembang.

Hadir pada kegiatan tersebut Tim Div. Humas Polri dipimpin Kabag Penum Div. Humas Mabes Polri KBP. Dr. Ahmad Ramadhan, SH M.Si MH dan Kapolrestabes Palembang KBP. Irvan Prawira Satyaputra, SIK M.Si yang diwakili oleh Kasat Sabhara Polrestabes Palembang AKBP. Erwin Irawan, SIK, Kasat Intel Polrestabes Paembang Kompol M. Hadi Wijaya ST, Kasi Humas Polrestabes Palembang Kompol Abudani SH, dan dihadiri juga dari tokoh agama, tokoh masyarakat, awak media, dan mantan napiter Abdurahman Ta’ib.

KBP. Dr. Ahmad Ramadhan menjelaskan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pantauan dan kerjasama seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kota Palembang. “Persoalan teroris bukan hanya tugas dari kepolisian, tapi juga tanggung jawab kita bersama. Dari pemerintah dan seluruh warga untuk mendengar dan mencari informasi,” ujar Kabag Penum Mabes Polri.

Ia berpesan agar keluarga mengawasi putra putri dalam menggunakan sosial media, agar tidak sampai ikut menyebarkan berita yang belum terbukti kebenarannya (hoax). Menurutnya, teroris tidak memandang agama, teroris melakukan aktifitasnya untuk kepentingan kelompok bertujuan menyebakan teror.

“Forum ini penting untuk diikuti untuk menambah pemahaman tentang pencegahan dan penanggulangan paham radikal dan terorisme,” ujarnya.

Ustadz Makmun Rasyid, S.Ud., M.Ag selaku narasumber menyampaikan, virus radikalisme berwujud dalam bentuk mindset dan pola pikir, dan orang yang terpengaruh paham radikal merasa tidak bersalah dan berpaham yang diamalkan tersebut adalah yang paling benar dan tidak menerima masukan dari orang lain, baik dari ajaran agama dan pemikiran.

“Ada dua pilar dalam pencegahan radikalisme dan terorisme, yakni pencegahan dan kemitraan. Aspek ini bisa dilakukan siapapun tidak harus BNPT dan Polri, namun membutuhkan kolaborasi di dalam menjaga keutuhan NKRI. TNI-Polri tidak bisa mempertahankan NKRI tanpa kolaborasi antara seluruh elemen bangsa,” papar Makmun.

Mantan napiter Abdurahman Ta’ib mengingatkan dan mengajak masyarakat Palembang agar tidak bergabung dengan teroris.“Saya mengingatkan agar jangan sampai kita terpengaruh terorisme. Mari kita jaga keutuhan NKRI. Paham radikal dan teroris dapat merusak kehidupan dan keutuhan bangsa kita ini,” pesannya.

Dalam penyampaiannya, Abdurahman menceritakan pengalamannya saat memasuki dunia terorisme, serta cara penyebaran paham radikal, sebagai acuan kita bersama agar dapat mencegah makin menyebarnya paham radikal tersebut.

“Saya tegaskan bahwa teroris bukan Islam, dan Islam bukanlah teroris. Mari bersama memerangi terorisme dan paham radikal yang dapat merusak kehidupan dan keutuhan bangsa kita ini,” harapnya. [Umar]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *