Musnahkan Sabu 492,9 Gram, Sumsel Urutan Kedua Tingkat Penyalahgunaan Narkoba Secara Nasional

  • Whatsapp

PALEMBANG, BERANDA INFORMASI – Provinsi Sumatera Selatan [Sumsel] masuk urutan kedua setelah Sumut secara nasional untuk tingkat penyalahgunaan narkoba.

Hal ini disampaikan Kabag Bin Ops Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel Kompol Dwi Utomo didampingi Kasubbid Penmas Kompol Erlangga SE MH di sela-sela pemusnahan barang bukti sabu – sabu seberat 492,9 gram, bertempat di gedung Ditresnarkoba Polda Sumsel, Selasa (16/11).

“Kita sangat prihatin dengan tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumsel. Karena berdasarkan prevalensi dari BNN, Sumsel urutan kedua secara nasional tingkat penyalahgunaan narkoba. Untuk itulah, Ditresnarkoba terus gencar memberantas peredaran narkoba di Sumsel tanpa pandang bulu,” kata Dwi Utomo.

Dikatakan Dwi Utomo, pemusnahan barang bukti merupakan bentuk tanggung jawab kami agar tidak disalahgunakan oleh oknum. Pemusnahan barang bukti ini juga sudah ada penetapan dari Kejaksaan.

“Barang bukti sabu seberat 492 gram ini hasil ungkap kasus pada Oktober dan November 2021 dengan tujuh tersangka. Dengan dimusnahkan barang bukti ini, sedikitnya 2.975 generasi muda bisa kami selamatkan dari penyalahgunaan narkoba,” bebernya.

Lebih lanjut dikatakan Dwi, rata-rata ketujuh tersangka yang ditangkap adalah kurir. Mereka disuruh bandar untuk mengantar barang ke pemesanan dengan upah yang beragam.

“Berdasarkan pengakuan para tersangka ada yang diupah Rp 10 juta untuk tiga orang kurir. Yang sangat miris, ada yang diupah Rp 500 ribu, namun uangnya belum diberikan,” jelasnya.

Sementara itu, tersangka Mulki yang merupakan kakek berusia 63 tahun ini mengaku baru pertama kali menjadi kurir sabu. Hal itu ia lakukan karena kebutuhan ekonomi.

“Kebetulan dari Medan hendak pulang ke kampung di Lampung tidak punya uang. Sabu seberat 100 gram lebih yang dibawa bersama dua teman, dari seorang bandar yang ada di Medan, dibawa ke Palembang dengan menumpang bus ALS,” kata dia.

“Kami dijanjikan upah Rp 10 juta bagi tiga. Tapi duetnya belum kami terima. Barang itu dipegang Dodi. Kami ditangkap saat mobil yang ditumpangi masuk Palembang,” pungkas sang kakek. [Umar]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *