4 Oknum TKS Dishub OKI yang Terlibat Pungli Segera Dipecat

  • Whatsapp
Kepala Dishub OKI, Antonio Romadhon.

OKI, BERANDA INFORMASI – Terkait oknum tenaga kerja sukarela (TKS) di Dinas Perhubungan Kabupaten Ogan Komering Ilir (Dishub OKI) yang melakukan pungutan liar (pungli), Kepala Dishub OKI berikan tindakan tegas dan segera mengeluarkan surat keputusan pemberhentian secara tidak hormat.

Sanksi tegas bagi oknum TKS ini segera diberlakukan, sebagai efek jera atas ulahnya melakukan pungli di Jalan Sepucuk Kelurahan Kotaraya Kecamatan Kayuagung, Senin (15/11) siang pukul 10.03 WIB.

“Langkah yang diambil berdasarkan hukuman, sehingga statusnya kuat. Para TKS ini sudah buat fakta integritas dan ditandatangani oleh mereka di atas materai,” ungkap Kepala Dishub OKI, Antonio Romadhon, Jumat (19/11).

Dalam fakta integritas yang sudah mereka tandatangani pada saat diterima menjadi pegawai Dishub tersebut, kata Anton lagi, tentu sudah sangat jelas. Pada poin terakhir ada kalimat tertera ‘apabila saya melakukan pelanggaran maka siap diberhentikan’.

“Nah, artinya mereka harus siap menerima segala konsekuensinya. Namun kita sangat menyayangkan, para oknum TKS ini nekat melakukan tindakan pungli, padahal sudah sering disampaikan jangan sampai bekerja di luar koridor yang ada,” ujar Anton.

Kalaupun kita [Dishub] akan melakukan razia harus didampingi pihak kepolisian.

Lanjut Anton, oknum TKS yang melakukan pungli tersebut berjumlah 4 orang, dan semuanya akan diberhentikan secara tidak hormat per hari Senin 22 November 2021 nanti.

“Untuk SK-nya sudah dalam proses pembuatan, bahkan kemarin saya sudah adakan rapat bersama sekretaris dan kepala bidangnya, terkait oknum anggota yang melakukan pelanggaran,” beber Anton.

Keempat oknum TKS tersebut sebelumnya sudah kerap melakukan pungli sebanyak lima kali dengan nominal uang Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. Terang Anton, Kalau sudah sering seperti itu, yang rusak bukan nama oknum, tapi nama Dinas juga bisa terseret.

“Pokoknya tidak ada toleransi lagi langsung berhenti, ini juga peringatan untuk anggota yang lain. Kalau kita biarkan tidak ada tindakan tegas, yang lain pasti akan ikut berulah seperti itu,” tegas Anton.

Awalnya kita mengetahui kejadian tersebut dari informasi dari pesan singkat WhatsApp. Sambung Anton, lalu langsung ia kumpulkan anggota dan yang terlibat kita sudah tahu. Sebab, foto serta buktinya ada.

“Untuk hari ini masih diberi kesempatan masuk kerja. Hari Senin nanti tanpa ada upacara pelepasan hanya ucapan terima kasih, mereka langsung berhenti kerja, karena ini sudah yang keenam kalinya mereka melakukan pungli,” tandas Anton.

Dengan diberhentikannya keempat oknum TKS yang melanggar aturan tersebut, harap Anton, lingkungan kerja Dishub OKI dapat kembali bersih dari pungli.

“Total TKS ada 48 orang, jadi sisanya masih 44 orang. Dan kami yakin bisa melakukan semua tugas yang ada. Semoga, jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” pungkas Anton. [Umar]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *