Oknum Polisi Diduga Setubuhi Istri Napi, Terungkap Fakta yang Sebenarnya

  • Whatsapp

PALEMBANG, BERANDA INFORMASI – Terkait laporan narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI) berinisial FP (59) ke Propam Polda Sumsel yang melaporkan Bripka IS (39), oknum polisi yang bertugas di Mapolres Lahat diduga menyetubuhi istrinya berinisal IN (20). Bripka IS harus menjalani sidang di Propam Polda Sumsel, Kamis (16/12).

“Dari hasil sidang yang dilakukan didapatkan fakta bahwa Bripka IS tidak melakukan hal yang dituduhkan, melainkan memiliki hubungan pacaran dengan IN,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol. Drs Toni Harmanto MH melalui Kabid Humas Kombes Pol. Supriadi.

Keduanya menjalin hubungan usai ditalak tiga oleh FP melalui rekaman suara yang dikirimkan ke WhatsApp [WA] IN.

“Antara FP dan IN sudah tidak ada hubungan lagi. Sebab, FP melalui rekaman suara, menalak sang istri sirinya IN, yang dikirimnya melalui WA pada September 2021 lalu,” katanya.

Jadi,  antara Bripka IS dan IN memiliki hubungan pacaran. Hal ini ditambah tidak ada paksaan untuk melakukan hubungan badan seperti yang terjadi di salah satu hotel di Palembang.

“Kejadian itu sendiri saat Bripka lepas dinas pada 27 September 2021 lalu. Ketika itu mereka ini niatnya hendak ke Palembang untuk membesuk teman IN, tapi kemalaman. Hingga menginaplah di sebuah hotel di Palembang,” aku dia.

Selain itu, lanjut dia mengatakan, bahwa dari keterangan Bripka IS juga tidak ada perkataannya akan memindahkan FP ke Nusa Kambangan, karena FP bukan tahanan Polres melainkan narapidana Lapas Tanjung Raja, Kabupaten OI.

“Semua itu dibantah Bripka IS dengan beberapa bukti yang menguatkannya, sehingga Bripka IS bisa melaporkan balik FB atas dugaan pencemaran nama baik,” bebernya.

Sedangkan dari hasil sidang yang dijalani Bripka IS, didapatkan kalau yang bersangkutan melanggar kode etik Polri dan mencoreng nama institusi Polri. Karena Bripka IS sudah memiliki Istri saat berpacaran dengan IN.

“Dari hasil sidang yang saya terima, bahwa dia (Bripka IS) dijatuhi hukuman disiplin dengan hukuman berupa penempatan dalam tempat khusus selama 21 hari dan penundaan mengikuti pendidikan selama satu periode dengan masa pengawasan mulai 13 Desember 2021 hingga 13 Juni 2022,” kata dia,

“Kemudian kenapa tidak diproses pidana umum, karena persetubuhan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka, tidak merupakan ada unsur paksaan dari salah satu pihak,” tambahnya.

Sementara dari pantauan awak media di Ditreskrimum Polda Sumsel, sampai saat ini belum ada dan tidak ada pengaduan dari kedua belah pihak, baik dari keluarga istri Brikpa IS maupun dari keluarga dari suami IN, sehingga Polda Sumsel tidak dapat melakukan penyidikan terkait dugaan perzinaan IS dan IN.

“Apalagi IN sudah ditalak oleh FP, sehingga status IN bukan lagi istri FP,” pungkas dia. [Umar]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *