Semula Mengaku Korban Curas ke Polisi, Ternyata 2 Pria Ini Pelaku Pengeroyokan

  • Whatsapp

OKI, BERANDA INFORMASI – Berkat kejelian atas laporan yang diterima, Tim Macan Komering Polsek Pangkalan Lampam yang dipimpin langsung Kapolsek IPTU Ilham Parlindungan berhasil ungkap kasus pengeroyokan dan mengamankan 2 dari 8 orang pelaku.

“Pada Rabu (15/12) lalu sekira pukul 15.30 WIB,  ada 2 orang pria asal Desa Rawa Tenam
datang ke Polsek Pangkalan Lampam. Yakni Anang Hasan alias Kulup (41) dan Yauri (25),” jelas Kapolres OKI AKBP Dili Yanto melalui Kasi Humas IPTU Ganda Manik, Jumat (17/12).

Kata dia, keduanya melapor dan mengaku sebagai korban pencurian dengan kekerasan (curas). Namun beberapa saat sebelum kedua orang itu datang, Polsek Pangkalan Lampam sudah didatangi Eli selaku Kepala Desa Rawa Tenam yang menyerahkan 3 pucuk senjata api rakitan, terdiri dari 2 jenis pistol dan 1 laras panjang.

“Kepada Kapolsek Pangkalan Lampam IPTU Ilham Parlindungan, Kades Eli menerangkan bahwa senpira tersebut diduga milik pelaku curas sebagaimana yang dilaporkan Anang Hasan alias Kulup dan Yauri,” terang dia.

Tak percaya begitu saja, akhirnya Kapolsek bersama tim berangkat menuju lokasi kejadian guna mengecek dan olah TKP.

Terang dia lagi, ternyata dari hasil olah TKP diperoleh informasi dari masyarakat sekitar peristiwa yang terjadi bukan curas, tapi pengeroyokan terhadap korban Romsah (53), warga Desa Rawa Tenam.

“Kala itu Rabu (15/12) pada pukul 11.00 WIB, korban Romsah pulang dari kebun menuju Desa Rawa Tenam. Di tengah jalan, tepatnya di areal TPU, korban bertemu dengan diduga pelaku yakni Anang alias kulup dkk, hingga berjumlah 8 orang. Lalu terjadi keributan,” ungkap dia.

Korban yang sendirian langsung dipegangi oleh pelaku Anang, kemudian pelaku Yauri mengambil tali karet ban yang sudah disiapkan para pelaku, lalu mengikat leher dan kedua tangan korban ke belakang.

Selanjutnya, pelaku Anang ambil pisau yang diselipkan di pinggang sebelah kirinya, langsung melakukan penusukan beberapa kali ke tubuh korban.

“Akibatnya, korban menderita luka tusuk di bagian dada 1 liang, luka tusuk di perut 1 liang, luka robek di pelipis mata kanan 1 liang, 3 luka robek tangan kiri, 2 luka robek tangan kanan, 2 luka robek paha kanan dan 1 luka robek paha kiri. Lalu para pelaku pergi meninggalkan korban dalam keadaan tangan terikat di TKP,” tandas dia.

Selang beberapa lama kemudian, korban ditemukan saksi Darmedi, yang kemudian menolong korban membawanya ke bidan desa, dan akhirnya di rujuk ke Palembang.

Usai mendapat informasi itu, Kapolsek bersama tim kembali ke kantor dan melakukan interogasi terhadap Anang alias Kulup dan Yauri yang semula mengaku sebagai korban curas.

“Dan akhirnya kedua orang ini mengakui perbuatannya telah melakukan pengeroyokan terhadap korban Romsah bersama 6 orang kawannya berinisial DI, BW, BL, SB, CK dan AB yang kini belum tertangkap,” ujar dia.

Guna mengungkap motif peristiwa dan keterlibatan dari keenam kawan pelaku serta kepemilikan atas senpira yang diserahkan Kepala Desa Rawa Tenam, kini pelaku Anang Hasan alias Kulup dan Yauri berikut barang bukti diamankan di Mapolsek Pangkalan Lampam.

“Barang buktinya kita amankan berupa 1 buah sarung senjata tajam jenis pisau bahan kulit warna coklat, seutas tali karet ban panjang 3 meter, 1 potong celana pendek warna hitam bermotif lis merah dan putih serta 1 potong baju kaos warna biru muda motif garis-garis,” pungkas dia. [Umar]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *